Kamis, 04 Oktober 2012

Besaran dan Satuan

BESARAN DAN SATUAN.

Fisika adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari dan menyelidiki komponen-komponen materi dan interaksi antar komponen tersebut.

Contoh : - Bagaimana energi mempengaruhi materi.

- Bagaimana mengubah bentuk energi yang satu ke bentuk yang lain.

Materi adalah segala sesuatu yang menempati dan mengisi ruang.

Energi adalah berbagai bentuk ukuran kemampuan dari suatu sistem untuk melakukan kerja.

Ilmu fisika secara umum dibagi menjadi : mekanika, panas, bunyi, optika listrik dan magnit, dan fisika modern.

Langkah-langkah atau tahap-tahap dalam penyelidikan :

1. Mengemukakan anggapan-anggapan atau dugaan-dugaan.

2. Menyusun suatu hipotesa.

3. Melakukan suatu eksperimen.

4. Jika dalam eksperimen dapat diterima kebenarannya maka dapat dikukuhkan sebagai HUKUM.

Dalam fisika langkah-langkah maupun tahapan-tahapan diatas diperlukan teknik-teknik pengukuran yang harus dikembangkan.

Untuk dapat memecahkan masalah, maka diperlukan suatu sistem standar yang dapat diterima oleh berbagai kalangan yang mempelajari dan mengembangkan ilmu fisika.

SATUAN DAN PENGUKURAN.

* Besaran Pokok Dalam Fisika.

Dalam sistem Internasional ( SI ) terdapat : 7 buah besaran dasar berdimensi dan 2 buah buah tambahan yang tidak berdimensi.

BESARAN DASAR

SATUAN SI

 

Nama

Lambang

Rumus Dimensi

1. Panjang

Meter

M

L

2. Massa

Kilogram

kg

M

3. waktu

Sekon

S

T

4. Arus listrik

Ampere

A

I

5. Suhu termodinamika

Kelvin

K

q

6. Jumlah zat

Mola

Mol

N

7. Intensitas cahaya

Kandela

Cd

J

BESARAN TAMBAHAN

SATUAN SI

 

1. Sudut datar

radian

Rad

 

2. Sudut ruang

steradian

Sr

 
             

BESARAN JABARAN

SATUAN SI

1. Energi

Joule

J

2. Gaya

newton

N

3. Daya

Watt

W

4. Tekanan

pascal

Pa

5. Frekwensi

Hertz

Hz

6. Beda Potensial

Volt

V

7. Muatan listrik

coulomb

C

8. Fluks magnit

weber

Wb

9. Tahanan listrik

Farad

F

10. Induksi magnetik

Tesla

T

11. Induktansi

Henry

Hb

12. Fluks cahaya

lumen

Lm

13. Kuat penerangan

Lux

Lx

* Sistem Satuan

Sistem satuan metrik, dibedakan atas :

- statis

- dinamis

Sistem statis :

· statis besar

- satuan panjang : meter

- satuan gaya : kg gaya

- satuan massa : smsb

· statis kecil

- satuan panjang : cm

- satuan gaya : gram gaya

- satuan massa : smsk

Sistem dinamis :

Sistem Satuan

Dinamis Besar

Dinamis Kecil

1. Panjang

meter

cm

2. Massa

kg

gr

3. Waktu

sec

sec

4. Gaya

newton

dyne

5. Usaha

N.m = joule

dyne.cm = erg

6. Daya

joule/sec

erg/sec

Sistem dinamis besar biasa kita sebut “M K S” atau “sistem praktis” atau “sistem Giorgie”

Sistem dinamis kecil biasa kita sebut “C G S” atau “sistem Gauss”.

SISTEM SATUAN BRITANIA ( BRITISH SYSTEM )

Sistem Satuan

British

1. Panjang

foot ( kaki )

2. Massa

Slug

3. Waktu

Sec

4. Gaya

pound ( lb )

5. Usaha

ft.lb

6. Daya

ft.lb/sec

* Awalan Yang Digunakan Dalam S.I.

AWALAN

SIMBOL

FAKTOR

Kilo

K

10 3

Mega

M

10 6

Giga

G

10 9

Tera

T

10 12

milli

m

10 -3

mikro

m

10 -6

nano

n

10 -9

piko

p

10 -12

femco

f

10 -15

ato

a

10 -18

* Dimensi

Jika dalam suatu pengukuran benda A.

A = 127 cm = 1270 milimeter = 1,27 x 106 mikron

Nilai besaran A adalah 127 apabila dinyatakan dalam cm,

Nilai besaran A adalah 1270 apabila dinyatakan dalam mm,

Nilai besaran A adalah 1,27 apabila dinyatakan dalam meter dan seterusnya.

Jadi satuan yang dipakai menentukan besar-kecilnya bilangan yang dilaporkan.

Mengapa satuan cm dapat di ganti dengan m, mm, atau mikron ?

Jawabannya, karena keempat satuan itu sama dimensinya, yakni berdimensi panjang.

Ada dua macam dimensi yaitu :

- Dimensi Primer

- Dimensi Sekunder

· Dimensi Primer yaitu :

M : untuk satuaan massa.

L : untuk satuan panjang.

T : untuk satuan waktu.

· Dimensi Sekunder adalah dimensi dari semua besaran yang dinyatakan dalam massa, panjang dan waktu.

contoh : - Dimensi gaya : M L T-2

- Dimensi percepatan : L T-2

Catatan : Semua besaran fisis dalam mekanika dapat dinyatakan dengan tiga besaran pokok ( Dimensi Primer ) yaitu panjang, massa dan waktu.

Kegunaan dimensi :

Untuk Checking persamaan-persamaan fisika, dimana dalam setiap persamaan dimensi ruas kiri harus sama dengan dimensi ruas kanan.

Contoh :

1. P = F . V

daya = gaya x kecepatan.

M L2 T-3 = ( M L T-2 ) ( L T-1 )

M L-2 T-3 = M L2 T-3

2. F = m . a

gaya = massa x percepatan

M L T-2 = ( M ) ( L T-2 )

M L T-2 = M L T-2

PENETAPAN SATUAN SEBAGAI BERIKUT :

1. Satu meter adalah 1.650.763,73 kali panjang gelombang cahaya merah jingga yang dipancarkan isotop krypton 86.

2. Satu kilogram adalah massa sebuah silinder platina iridium yang aslinya disimpan di Biro Internasional tenyang berat dan ukuran di Serves, Perancis.

3. Satu sekon adalah 9.192.631.770 kali perioda getaran pancaran yang dikeluarkan atom Cesium 133.

4. Satu Ampere adalah Jumlah muatan listrik satu coulomb ( 1 coulomb = 6,25.1018 elektron ) yang melewati suatu penampang dalam 1 detik.

5. Suhu titik lebur es pada 76 cm Hg adal : T = 273,150 K, Suhu titik didih air pada 76 cm Hg adalh : T = 373,150 K.

6. Satuan Kandela adalah benda hitam seluas 1 m2 yang bersuhu Hk lebur platina ( 1773 C ) akan memancarkan cahaya dalam arah tegak lurus dengan kuat cahaya sebesar 6 x 105 kandela.

7. Satu mol zat terdiri atas 6,025 x 1023 buah partikel. ( 6,025 x 1023 disebut dengan bilangan avogadro ).

* Bilangan Eksak : Bilangan yang diperoleh dari pekerjaan membilang.

* Bilangan Tidak Eksak : Bilangan yang diperoleh dari pekerjaan mengukur.

MACAM-MACAM ALAT UKUR.

1. Mistar

2. Jangka Sorong

3. Mikrometer sekrup

4. Neraca ( timbangan )

5. Stop watch

6. Dinamo meter

7. Termometer

8. Higrometer

9. Ampermeter

10. Ohm meter

11. Volt meter

12. Barometer

13. Manometer

14. Hidrometer

15. Kalorimeter

ANGKA - ANGKA PENTING.

“ Semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran disebut ANGKA PENTING, terdiri atas angka-angka pasti dan angka-angka terakhir yang ditaksir ( Angka taksiran ).

Hasil pengukuran dalam fisika tidak pernah eksak, selalu terjadi kesalahan pada waktu mengukurnya. Kesalahan ini dapat diperkecil dengan menggunakan alat ukur yang lebih teliti.

1. Semua angka yang bukan nol adalah angka penting.

Contoh : 14,256 ( 5 angka penting ).

2. Semua angka nol yang terletak di antara angka-angka bukan nol adalah angka penting. Contoh : 7000,2003 ( 9 angka penting ).

3. Semua angka nol yang terletak di belakang angka bukan nol yang terakhir, tetapi terletak di depan tanda desimal adalah angka penting.

Contoh : 70000, ( 5 angka penting).

4. Angka nol yang terletak di belakang angka bukan nol yang terakhir dan di belakang tanda desimal adalah angka penting.

Contoh : 23,50000 ( 7 angka penting ).

5. Angka nol yang terletak di belakang angka bukan nol yang terakhir dan tidak dengan tanda desimal adalah angka tidak penting.

Contoh : 3500000 ( 2 angka penting ).

6. Angka nol yang terletak di depan angka bukan nol yang pertama adalah angka tidak penting.

Contoh : 0,0000352 ( 3 angka penting ).

Ketentuan - Ketentuan Pada Operasi Angka Penting :

1. Hasil operasi penjumlahan dan pengurangan dengan angka-angka penting hanya boleh terdapat SATU ANGKA TAKSIRAN saja.

Contoh : 2,34 angka 4 taksiran

0,345 + angka 5 taksiran

2,685 angka 8 dan 5 ( dua angka terakhir ) taksiran.

maka ditulis : 2,69

( Untuk penambahan/pengurangan perhatikan angka dibelakang koma yang paling sedikit).

13,46 angka 6 taksiran

2,2347 - angka 7 taksiran

11,2253 angka 2, 5 dan 3 ( tiga angka terakhir ) taksiran

maka dituli : 11,23

2. Angka penting pada hasil perkalian dan pembagian, sama banyaknya dengan angka penting yang paling sedikit.

Contoh : 8,141 ( empat angka penting )

0,22 x ( dua angka penting )

1,79102

Penulisannya : 1,79102 ditulis 1,8 ( dua angka penting )

1,432 ( empat angka penting )

2,68 : ( tiga angka penting )

0,53432

Penulisannya : 0,53432 di tulis 0,534 ( tiga angka penting )

3. Untuk angka 5 atau lebih dibulatkan ke atas, sedangkan angka kurang dari 5 dihilangkan.

NOTASI ILMIAH = BENTUK BAKU.

Untuk mempermudah penulisan bilangan-bilangan yang besar dan kecil digunakan Notasi Ilmiah atau Cara Baku.

p . 10 n

dimana : 1, p, 10 ( angka-angka penting )

10n disebut orde

n bilangan bulat positif atau negatif

contoh : - Massa bumi = 5,98 . 10 24

- Massa elektron = 9,1 . 10 -31

- 0,00000435 = 4,35 . 10 -6

- 345000000 = 3,45 . 10 8

1. Mistar :

untuk mengukur suatu panjang benda mempunyai batas ketelitian 0,5 mm.

2. Jangka sorong :

untuk mengukur suatu panjang benda mempunyai batas ketelitian 0,1 mm.

3. Mikrometer :

untuk mengukur suatu panjang benda mempunyai batas ketelitian 0,01mm.

4. Neraca :

untuk mengukur massa suatu benda.

5. Stop Watch :

untuk mengukur waktu mempunyai batas ketelitian 0,01 detik.

6. Dinamometer :

untuk mengukur besarnya gaya.

7. Termometer :

untuk mengukur suhu.

8. Higrometer :

untuk mengukur kelembaban udara.

9. Ampermeter :

untuk mengukur kuat arus listrik.

10. Ohm meter :

untuk mengukur tahanan ( hambatan ) listrik

11. Volt meter :

untuk mengukur tegangan listrik.

12. Barometer :

untuk mengukur tekanan udara luar.

13. Hidrometer :

untuk mengukur berat jenis larutan.

14. Manometer :

untuk mengukur tekanan udara tertutup.

15. Kalorimeter :

untuk mengukur besarnya kalor jenis zat.

7 komentar:

  1. Thanks for the ideas your share here
    So far, I am looking for a source of reference on various websites
    Now I have found what I was looking for all this time
    I keep the spirit to strive to be the best, one of which is a reference from your idea that really helped me.
    Once again I want to say thank you
    furniture jepara mebel jepara mebel murah

    BalasHapus
  2. Pemahaman materi besaran dan satuan adalah syarat mutlak untuk proses kajian fisika seluruhnya, mantap artikelnya...

    BalasHapus
  3. rumit...
    masih perlu lbih banyak belajar dan mendalami lagi..

    BalasHapus